Rabu, 15 Desember 2010

Pahit Duka Kedua Insan
Karya : Hilyah N.

Dewa sang malam belenggu
Sang dewi terdiam
Memandang langit kelabu
Awan putih berwarnakan hitam
Tetesan air dari langit
Melambangkan suci sejahtera cinta kedua sang delima

Resah bimbang bercampur senang
Melambangkan putih suci bercampur darah
Ikrar suci berlenggu sesal
Tiupan angin merobohkan jiwa kedua insan

Senin, 13 Desember 2010

Bimbang dalam Harapan…
Karya : Hilyah N. 

sedih?
ataukah senang?
Biar pun kini ku telah melepaskan
Tetapi segala resah meliputi di dada
Aku kesal dengan segala yang ku rasa

Semenjak aku suka
Perasaanku terlontar biasa
Tanpa kesan,
Ku rasa lebih
Mengagumi tanpa ku ketahui siapa dirinya
Tanpa ku lihat wajah aslinya
Tanpa ku dengar suara di telingaku
Ku menatapi kesedihan kini
Membuatku terbengkalai
Aku terbingungkan dengan usapku
Yang dengan kata
Aku pun tak mengerti
Andai aku bertemu dengannya
Ingin ku peluk dirinya
Walau ku tau semua hanyalah kapas ku rasa
Yang dapat terurai
Dan entah kapan ku dapat melepaskannya
Ku harap, aku dapat bersamanya
Walau hingga detik ini ku tak bisa melihatnya
Hingga sesekali, ku ingin bertemu dengannya
Kapan semua itu terjadi?
Mimpiku...
Wahai engkau, kau yang telah ku lepaskan bersamanya
Membiarkan dirimu terbang dengan seorang bidadari
Yang dahulu ku benci
Dan hingga ku melepaskanmu bersamanya...

Sabtu, 04 Desember 2010

Pengkhayatan Sebuah Lagu…
Karya : Hilyah N. 

Sebuah nyanyian yang ku dengar
Nada-nada yang indah
Kelembutan suara berbisik di telingaku

Terhempas tubuhku pada sebuah kasur besar
Menutup mata dalam keheningan sebuah lagu
Lantungan nyanyian
Yang mendekap jantung di dada

Ku merasakan bagaikan jiwaku dalam lagu
Mendalami makna arti sebuah nyanyian
Yang menyertaiku merasakannya

Deraian air mataku membasahi
Hingga ku membuka mata
Air mataku bagaikan butiran mutiara
Yang mampu terjatuh dalam setiap jiwa
Sorot Mata Yang Tak Terpudarkan
Karya : Hilyah N. 

Melihat awan putih di langit biru
Melihat cahaya matahari di siang hari
Melihat bulan bintang di kala malam
Dan melihat cahayaku bersama hati

Pandangan yang tak sirna dari mataku
Walau sedetik ku menutup mata
Hingga tutup usiaku…
Peristiwa Alam
 Karya : Hilyah N.

Rintikan hujan membasahi
Pijakan tanah bumi
Tempat makhluk hidup tinggal…

Kilat petir,
Berserta gemuruh suaranya
Terpijak dalam sebuah pulau
Mendamparkan penduduk di tepi laut

Pagi…
Siang…
Sore hingga malam
Jeritan dan tangisan penduduk,
Masih terdengar di hari-hari

Mencari segala yang hilang
Mencari sanak saudara yang telah tiada
Tiada kawan di sisi mereka
Melainkan kita yang menjadi uluran tangan baginya…

Daratan sekitar tersapu rata
Air laut membanjiri segala yang ada
Banyak jiwa yang telah tiada
Gugur dalam peristiwa alam…
“LANTUNGAN SANG PUISI”
Karya : Hilyah N. 

Setiap baris ku sebut
Dalam rangkaian kata
Menjadi bait-bait yang indah
Memiliki makna tajam di dalamnya

Tertuliskan dalam sehelai kertas
Bertintakan warna di atasnya
Makna tak terhapus
Walau terbakar oleh sang api

Mengungkap makna dibalik kata
Tertuliskan karena hatu
Suka, duka di rasa
Dalam lantungan sang puisi…
KELEMAHANKU…
Karya : Hilyah N. 

Andai aku dapat membaca
Andai aku dapat merasakan
Dan andai aku dapat mengetahui
Kejadian di hari esok

Aku hanya dapat mengkhayal
Aku hanya dapat bermimpi
Tetapi aku tak sadar
Semua ini, menyakitkan bagiku

Aku tak dapat menghadapi kenyataan
Aku tak dapat menerima nasib
Aku tak dapat mengatakannya
Karena aku lemah…